Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir – Sumber Gambar: istockphoto.com

Aku ikhlaskan angin berlalu menampar kerudungku. Menari-nari di balik punggung kebisuan. Biarkan kenangan yang ada kujaga erat bersembunyi di sini selamanya.

Aku pasrah pada takdir Tuhanku yang tak pernah sia-sia. Inginku meridhoi setiap langkah dan pilihanmu. Tapi aku berusaha diam. Tak sanggup cinta ini terbalaskan, karna aku tau, rasa kita tak pernah bertemu. Rindu pun tak lagi tersisa untukku.

Maka, aku biarkan semuanya berjalan begitu saja. Tanpa kabar berita dan kejujuran darimu. Aku lepaskan perahuku menuju pelabuhannya, menetaplah di sana, jangan pernah berlayar lagi.

Namun, jika engkau sudi, singgahlah, walau hanya sebentar, duduk di sini bertemankan secangkir kopi dan cerita lucu yang engkau punya.

Jika pun tidak, cukup berkirim doa, semoga aku senantiasa sehat berteman luka.

Bukan ikhlas namanya jika aku berkata, “Aku ikhlas”. Namun aku tak punya kata yang tepat selain itu.

Aku lepas rasa ini untuk selamanya. Izinkan aku menjauh, sejauh-jauhnya darimu. Biar Tuhanku yang memelukku dalam kerinduan, agar aku sadar takdir kita tak pernah bertemu.

Aku ikhlaskan engkau, rindu yang masih aku jaga dalam-dalam. Bahagialah, aku berdoa untukmu.

 

Nyanyian Senja

Pekanbaru, 20 Desember 2016.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s